Headlines News :
Home » » KEIINGAN DAN KEBUTUHAN

KEIINGAN DAN KEBUTUHAN

Written By Munawir Borut on Senin, 12 Agustus 2013 | 00.43

Ya, sudah lama saya nga nulis lagi di blog. Bukan karena saya nga suka nulis di blog. Pertaman karena saya nga tahu alamat blog saya, yang kedua saya bingung dengan blog yang dibuat sama teman sendiri.Gimana cara masuknya. Belum lagi blog yang tulisan yang dibuat. Pasti hancur-hancuran. Kemungkinan karena saya bingung menggunakan blog. Ya, karena belajar dari teman sendiri. Maka saya mau lagi kembali untuk menulis. 


 Ini karena sebuah cerita yang datang dari beberapa teman yang saya temui. Mereka bertanya kepada saya antara keinginan dan kebutuhan. Apa bedanya. Dua kata ini sangat berbeda. Kebutuhan meliput makan, minum, mandi, berpakain. Sedangkan keinginan hanya sekedar sesuatu yang diinginkan. Bisa saja hilang rasa ingin kalau ada yang berbeda lagi.  Saya pernah membaca sebuah kutipan terkenal oleh pengusaha termana, dan menjadi salah satu orang terkenal dan terkaya no urut dua entah tahun berapa, yang bernama Warent Buffet. Dia pernah berkata bahwa Belilah sesuatu yang dibutuhkan, bukan yang diinginkan. 

Dua hari saya harus berpikir tentang kalimat tersebut. Namun perlahan-lahan saya mencoba mengerti dengan berjalan-jalan di Mall. Lalu melihat sebuah pakaian yang begitu bagus. Ingin sekali membeli. Tapi di rumah ada beberapa baju. Istri saya hanya mengatakan kepada saya. " Apakah baju itu yang kamu inginkan atau butuhkan sayang?"tanya istri saya saat pergi bersamak
u. Aku menggelengkan kepala. " kalau mau ambil saja sayang?"perintahnya.

Kejadian itu mengingatkanku pada seorang teman yang tiba-tiba mengatakan dengan bahasa ejekkan" Biasalah lagi cari kerja buat kebutuhan dirumah".. Saya terdiam sejenak mendengar kata tersebut. Ternyata dua kata itu sangat beda. Dalam praktek sehari-hari juga beda. 

Hanya menyimpulkan saja bahwa Keinginan bukan berarti kebutuhan. Sedangkan kebutuhan adalah sesuatu yang benar-benar dibutuhkan, terlapas dari rasa ingin. Seorang pencuri melakukan pencurian, bukan karena dia ingin menjadi seorang pencuri, melainkan dimembutuhkan sesuatu dari apa yang dia lakukan. Menghidupi keluarga mereka. Itu pemikiran saya. Kebutuhan sebenarnya mendekati pada sebuah kewajiban. Banyak orang bekerja dengan hal yang berbeda bukan karena keinginan. Melainkan kebutuhan. Sedangkan keinginan itu adalah sesuatu yang terpendam. Kemarin saya pernah bertemu dengan seorang teman lagi. Dia seorang buruh pikul. Dulu di waktu sekolah, keinginannya sangat tinggi. Ingin melanjutkan sekolah, ingin menjadi seorang guru. Tapi karena dia menikah di usia dini, maka keinginan itu hilang. Dia hanya melaksanakan kebutuhan yaitu menghidupi keluarganya.

Saya juga melakukan hal yang sama. Saya lebih mengutamakan kebutuhan dari pada keinginan. Kebutuhan untuk menghidupi keluarga. Tapi tidak menghilangkan keinginan. Keinginan sama halnya dengan cita-cita, atau dengan IMPIAN, mungkin sama arti. 
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Sang Hafidz Dari Timur - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger