Headlines News :
Home » » BERZIARAH

BERZIARAH

Written By Munawir Borut on Selasa, 31 Desember 2013 | 01.01


Hari ini saya di suruh untuk berziarah di makam ibu saya yang sudah lama meninggal. Ibu saya meninggal tanggal 2 Agustus 2007 Di waktu saya masih masuk kuliah semester awal. Tapi sampai sekarang ibu sudah nga tahu lagi apa saya sudah selesai kuliah atau belum. Seandainya Allah mengizinkan ibuku untuk turun sebentar ke bumi. Mungkin saja saya bisa menceritakan banyak hal mengenai kuliahku. Masa-masa sulit dan bagaimana bertarung sampai bisa selesai dari bangku kuliah. Tapi itu imposible diizinkan. Ya, saya hanya bisa mengobrol dengannya di waktu mimpi dia atas kasur. Pernah terjadi saya bermimpi bertemu denganya. Dan saya lupa apa yang dia katakan waktu itu. Namun sangat menyesal saya nga sempat ingat lagi apa pesan ibu
.
Panasnya sangat menyengat sehingga membuat tubuhku terasa seperti terbakar. Bahkan keringat itu bercucuran seperti darah mengalir di tangan. Ampun bukan main sampai saya yang mau ke makam harus banyak istrahat.  Karena perjalanan ke makan begitu menanjak. Nga ada satu pohon pun yang bisa berteduh, karena semua tanah sudah ditumbuhi oleh batu-batu yang tersusun rapi, menutupi mereka yang sedang santai untuk tidur.
Sampai di makam, saya duduk dan menyentuh nisan. Semua orang akan kembali di tempat peristirahatan yang sangat lama. Menunggu kapan kiamat akan datang. Kemudian saya melihat dua kuburan yang bukan lain adalah kedua saudaraku. Tapi sampai sekarang saya nga pernah melihat foto mereka. Bapak hanya mengatakan bahwa mereka adalah saudara-saudaramu. Sebelum kamu lahir dia masih ada. Tapi dia meninggal di waktu kamu masih kecil. Sedangkan yang satunya adalah adikmu. Lalu dia meninggal setelah kamu masih berumur 5 tahun. Sampai sekarang saya lupa wajah mereka. Mungkin dulu bapak nga sempat memotret kami. Jadi nga ada kenangan sama sekali.
Anginnya bertiup. Saya menyekat keringat saya. Menceritakan tentang semua yang sudah terjadi setelah ibu meninggal dunia. Mengenai istri dan cucunya yang imut sekali. Kemudian mengenai kuliahku yang sudah selesai, sambil menunggu wisudah yang hanya tinggal beberapa bulan lagi. Saya juga menceritakan semua mimpiku selama ini. Mimpi menjadi seorang penulis terkenal. Menunggu impian itu terjawab oleh Allah. Meski sudah hampir 2   tahun impian doa itu belum terjawab. Tapi sampai sekarang saya selalu bahwa ada sesuatu yang Allah berikan setelah itu.
“ Ibu.. Hari ini saya datang untuk memberi tahukan bahwa sekarang ibu sudah memiliki cucu yang gemas sekali. Seandainya engkau masih hidup. Pastinya kau gendong dia. Iya, namanya Zahir. Nama yang ada dalam novel pertama saya buat. Novel tentang dua anak penghafal al’quran. Nama Zahir artinya yang menerangi. Seperti namaku Munawir yang artinya yang penerang. Hampir percis. Sengaja aku beri nama itu agar dia bisa mewakili mimpiku menjadi penghafal Al’quran kelak.”
“ Sekarang Zahir dan mamanya belum bisa datang ke Ambon, karena mamanya harus pemulihan dari sakitnya. Sedangkan Zahir sangat sibuk dengan susunya dan neneknya yang sangat menyanginya. Hanya 2 bulan aku mengendongnya. Setelah itu saya tidak lagi mengendong sampai sekarang karena saya masih ada di Ambon.”
“ Kalau boleh ingin kujemput mereka di bulan Februari tahun depan. Saya selalu berdoa agar ada sesuatu keajaiban. Lalu mimpiku menjadi seorang penulis sampai sekarang belum terjadi. Semoga saja tahun depan terwujudkan. Dan maaf baru sekarang aku bisa datang ke sini. Setelah ujian yang lalu saya ingin datang. Tapi ada alasan tersendiri. Mungkin saja engkau sudah tahu”
Angin menghilangkan keringat. Saya berhenti bercerita banyak di atas kuburan ibuku. Sampai sekarang saya nga pernah bercerita di sini. Hanya datang membersihkan rerumputan.
Waktunya sangat tepat. Dan hati mulai lega ketika cerita itu sudah tercurahkan sampai selesai.
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Sang Hafidz Dari Timur - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger