Headlines News :
Home » » HIDUP ITU PILIHAN

HIDUP ITU PILIHAN

Written By Munawir Borut on Jumat, 27 Desember 2013 | 03.51



http://mbi9.files.wordpress.com/2011/12/choice.jpg
Selesai solat Assar di mesjid, saya keasikan duduk di mesjid dengan salah satu teman. Di sebelah kami ada beberapa orang yang duduk. Tapi mereka nga ngobrol dengan kami. Mereka sibuk dengan internet gratisan. Sedangkan disebelah samping saya adalah teman saya yang awalnya dia udah pulang. Tiba-tiba muncul lagi.
Saat saya ngomongin tentang teman saya yang saya anggap bahwa dia lebih tua dari kami berdua tentang hidupnya menjadi MLM( Multi level Marketing). Dari awal dia ngobrol tentang hidupnya di waktu muda dulu kepada kami. Lumayan lucu. Ini mungkin karena pertanyaan saya “ Mas kenapa nga jadi PNS saja?”
“ Nga bisa jadi PNS. Persoalannya saya bukan lulusan sarjana”
“ Kenapa tertarik dengan bisnis seperti ini.. maksud saya, mas menjadi MLM gitu?”
Dia tertawa mendengar pertanyaan saya. Dari dulu saya nga tahu sebenarnya apa yang hebat menjadi MLM. Tapi saya biasa ditunjukkan hal menarik menjadi MLM. Dulu bahkan saya pernah mengikut seminar salah satu produk. Nga sempat gabung menjadi anggota tapi suka dengan seminar yang memotivasi. Istilahnya membakar jiwa.
“ Hidup itu pilihan. Dulu saya nga pernah berpikir untuk menjadi MLM. Dulu saya pernah kerja di bengkel. Tapi gaji pokok dan harian sama. Sama-sama nga ada tabungan. Lalu saya pindah lagi di Makasar. Di sana lebih parah lagi. Hampir nga makan sekali. Saya mulai mengambil keputusan untuk pindah ke Sorong. Bukan dapat kerja. Malah di sana saya belajar ngaji selama sebulan.”
Saya dan teman tertawa.
“ Dulu ada dua pilhan bagi saya ketika masih berada di sorong. Dua tawaran. Yang satu menjadi PNS, yang satu bekerja di salah satu perusahan Gas di Sorong. Dan dua-duanya sudah memberikan signal bahwa saya sudah siap menjadi PNS. Dan satu pilihan yang membuat saya untuk menolak pekerjaan itu  ketika orang tua saya sakit. Nah, pilihan MLM adalah pilihan yang bukan karena terdesak. Tapi karena memang saya lebih senang dengan pekerjaan seperti ini. Intinya adalah bagaimana pekerjaan ini dikerjakan dengan perasaan nikmat meski kecil gajinya. Dari pada gaji besar tapi tidak sama sekali menyukai pekerjaannya”
Kami berdua hanya diam. Kalau benar-benar hidup itu pilihan mungkin cerita ini benar. “ Dulu saya selalu ditanya mau jadi apa besar. Jawaban saya adalah PNS. Teman saya tertawa. Maka teman saya mengatakan bahwa. Temukan satu orang PNS yang sudah bekerja selama 10 tahun. Lalu lihat kehidupan mereka. Mungkin saja nasib kamu 10 tahun akan seperti dia”
Dan saat dia berkata seperti itu, maka saya harus benar-benar menentukan untuk diri saya sendiri. Pilihan atau memilih akan berisiko. Tapi kalau saya memilih yang benar, dengan alasan -alasan yang masuk akal. Nga akan menjadi masalah. Besok saya akan memilih untuk masa depan. Keluar dari kota yang berpenduduk 2 juta lebih. Yang ngobrolnya lebih nyentrik soal politk ketimbang yang lain. 
Sebelum kami berdua pulang, saya ingat satu pesan yang paling menyentuh adalah " Allah hanya melarang cara yang kita dapatkan dari pekerjaan yang tidak halal."


Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Sang Hafidz Dari Timur - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger