Tepat hari jumat, maka hari saya harus menjaga sendal. Meski pekerjaan itu sangat memalukan kata beberapa orang yang mengatakan bahwa "Kok jaga sendal. Bukannya udah habis kuliah?"kata beberapa orang yang sempat menitipkan sendal mereka ditempatku. Lalu mereka seperti merasakan bahwa pekerjaan ini tidak pantas bagi orang seperti diriku. Saya tidak pernah merasa bahwa ini pekerjaan yang tidak bagus.
Bagi saya bahwa pekerjaan apa saja tidak ada yang memalukan. Bahkan orang yang mencuri duit orang miskin yang nga tahu malu di dewan nga pernah malu. Padah udah tahu bahwa itu bukan duit mereka. Belum lagi mereka selalu menyebut nama Tuhan dengan besar.
Hari saya benar-benar bernasib sial. Ini karena seorang lelaki yang ngotot minta sendalnya ditemukan. Padahal tampangnya nga seperti seorang konglong berat. Bahkan tampang seperti diriku. Lalu dengan. karena sendalnya belum ditemukan. Dia sibuk membongkar beberapa tas plastik.
" Bisa sabar?"kataku kepada lelaki muda dengan celana hitam.
" Bisa cepat tidak?"tanyanya ngotot menyuruhku dan beberapa teman lainya.
"Iya.. Pelan bang.. Bukan hanya abang yang punya sendal atau sepatu di sini.. Banyak orang juga nitipin sepatu atau sendal mereka"kata saya kepadanya. Dia berpikir kalau saya ingin melawannya.
" Kalau nga ada di ganti.. Soalnya sepatu itu baru beli.."
"Iya.. pak..Kalau ada bapak nga usah nitip di sini lagi"jawabku sambil melihat kantung sepatu yang lainya. Lalu aku ingat kalau sebenarnya lelaki ini yang sendiri meletakkan sepatunya.
" Tadi bapak naruh sepatunya dimana?"tanyaku. karena setahuku kalau sebenarnya dia sendiri yang menaruh sepatunya. Dengan malu. Dia mengambil sepatu yang diletakkan belakang tiang. Dan tidak menyatu dengan beberapa dengan kantong plastik lainya. Karena merasa malu, lelaki yang goblok itu memakai sepatu dan tidak tahu diri membayar uang jaga sepatunya.
Nga ada masalah sebenarnya saya dengan lelaki itu. Melainkan dia juga harus belajar bagaiamana sabar. Saya dan teman-teman lainya selalu bersabar menikmati pekerjaan yang kami anggap sebenarnya pekerjaan untuk saling bertemu. Kalau ditempat sendal kami bisa bertemu, bahkan hanya bisa ngobrol soal orang aneh yang nga pernah sabar.

Posting Komentar