Seperti
biasa, saya harus mendapatkan sms dari
istriku bahwa ATM yanghilangsudah ditemukan. Dan saya harus buka kembali
blokiran ATM. Berulang kali dia mengirimkan pesan kalau ATMnya sudah ditemukan.
Saya harus segera membuka blokiran tampa ada pengucualian. Katanya susu anak
saya tinggal separuh. Dan tak bisa lagi untuk besok hari. Ya, saya harus cemas
dengan apa yang terjadi. Maka di jam 9.00 saya sudah keluar dari rumah. Meski
harus terkena hujan deras, dan harus menghindari dari hujan yang turun.
Saya
mendapatkan antrian 24. Berkisaran 5 orang lagi adalah giliranku. Kalau sampai
pada giliranku, maka hampir setengah jam kurang lebih seperti itu. Semua
costumernya sibuk. Sibuk melayani satu demi satu hingga giliranku. Saya menjelaskan
apa yang terjadi.
“
Ada yang bisa di bantu?”tanya karyawan wanita yang cantik.
“
Begini mba. 1 minggu yang lalu ATM saya hilang. Sekarang sudah di temukan. Apa bisa di aktifkan kembali ATM saya, mba?”
“Bisa..
Bisa minta ATMnya?”
“
ATMnya di pakai sama istri.”
“
Kalau gitu minta KTPnya saja pak?”
Aku
mengambil KTPku dari dompet. Kuberikan kepadanya. Hampir kurang lebih stengah
jam duduk bersama costumernya. Tapi karena costumernya murah senyum dan cantik
itu selalu memamerkan senyumnya. Jadi saya tidak merasakan bosan berada di di
dalam. Tanganya sangat lincah sekali dalam permainana komputer. Tiba dia
menyuruhku unttuk menanda tangani selembar slip pembuktian dan menyuruh OB
untuk menfoto copy KTPku.
“Sudah
jadi pak.. Tolong bilang istri bapak untuk mencobanya?”
“Iya..
Nanti saya sampaikan kepada istri saya. Terima kasih mba”
Dia
tersenyum. Saya berdiri keluar. Mengeluarkan handphone dalam saku. Kemudian
mengirim pesan, “jang hilang lagi ATMnya. Capeh berurusan dengan administrasi”.
Istriku hanya memberikan pesan senyum kepadaku. Dan saya tidak bisa memarahinya
kecuali membalas dengan expresi yang sama agar terlihat ada masalah.


Posting Komentar