Headlines News :
Home » » Blokiran ATM Harus Di Aktifkan Kembali

Blokiran ATM Harus Di Aktifkan Kembali

Written By Munawir Borut on Senin, 13 Januari 2014 | 01.14




Angin terjang menghantam, lalu tiba-tiba turun hujan yang sangat deras. Hingga berkisaran 1 jam hujan masih tetap turun.  Di luar tak ada anak-anak yang seperti biasa berlariandengan hujan. Berteriak-teriak keras. Kemudian membuat kapal dari kertas dan mengalirkan ke dalam parit.
Seperti biasa, saya harus mendapatkan sms dari  istriku bahwa ATM yanghilangsudah ditemukan. Dan saya harus buka kembali blokiran ATM. Berulang kali dia mengirimkan pesan kalau ATMnya sudah ditemukan. Saya harus segera membuka blokiran tampa ada pengucualian. Katanya susu anak saya tinggal separuh. Dan tak bisa lagi untuk besok hari. Ya, saya harus cemas dengan apa yang terjadi. Maka di jam 9.00 saya sudah keluar dari rumah. Meski harus terkena hujan deras, dan harus menghindari dari hujan yang turun.
Saya mendapatkan antrian 24. Berkisaran 5 orang lagi adalah giliranku. Kalau sampai pada giliranku, maka hampir setengah jam kurang lebih seperti itu. Semua costumernya sibuk. Sibuk melayani satu demi satu hingga giliranku. Saya menjelaskan apa yang terjadi.
“ Ada yang bisa di bantu?”tanya karyawan wanita yang cantik.
“ Begini mba. 1 minggu yang lalu ATM saya hilang. Sekarang sudah di temukan.  Apa bisa di aktifkan kembali ATM saya, mba?”
“Bisa.. Bisa minta ATMnya?”
“ ATMnya di pakai sama istri.”
“ Kalau gitu minta KTPnya saja pak?”
Aku mengambil KTPku dari dompet. Kuberikan kepadanya. Hampir kurang lebih stengah jam duduk bersama costumernya. Tapi karena costumernya murah senyum dan cantik itu selalu memamerkan senyumnya. Jadi saya tidak merasakan bosan berada di di dalam. Tanganya sangat lincah sekali dalam permainana komputer. Tiba dia menyuruhku unttuk menanda tangani selembar slip pembuktian dan menyuruh OB untuk menfoto copy KTPku.
“Sudah jadi pak.. Tolong bilang istri bapak untuk mencobanya?”
“Iya.. Nanti saya sampaikan kepada istri saya. Terima kasih mba”
Dia tersenyum. Saya berdiri keluar. Mengeluarkan handphone dalam saku. Kemudian mengirim pesan, “jang hilang lagi ATMnya. Capeh berurusan dengan administrasi”. Istriku hanya memberikan pesan senyum kepadaku. Dan saya tidak bisa memarahinya kecuali membalas dengan expresi yang sama agar terlihat ada masalah.

Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Sang Hafidz Dari Timur - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger